Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Monday, 25 May 2015

Zhang Caijie, tukang daging super cantik yang pastinya bikin hati pria luluh


Kamu yang ngerasa jadi playboy, pasti tau dong dimana biasanya nyari cewek buat dijadiin mangsa. Entah itu di kampus, di sekolah, di mall di restoran, dll pokoknya tempat asyik yang sering banyak cewek cantiknya kan ya?

Nah jika kamu mau nyari cewek di pasar? kebayang ga? mungkin ga bakalan kebayang soalnya di pasar tu kebanyakan emak-emak dan ibu-ibu yang sudah tua. Dan rasanya mustahil deh kalau mau nyari cewek cantik di pasar. hehe

Tapi tau ga, ternyata ada seorang tukang daging di pasar Taiwan yang super duper cantik banget men. Cantik, masih muda, dan gak keliatan sebagai tukang daging malah keliatan sebagai model banget. Asli lho, ini cewek tukang daging bukan model men.

Namanya Zhang Caijie, kayaknya sih dia kelahiran tahun 90-an dan umurnya gak jauh beda sekitar 25 tahun lah. Dia ini adalah seorang mahasiswi jurusan filsafat. Yang namanya anak filsafat ya tentu cerdas banget lah gan, jadi ane simpulin dikit lah udah mah dia itu cantik, muda, cerdas pula. Wuiihhh asooyy geboyyy.

Selain jadi mahasiswi, dia ini ounya kegiatan sehari-hari yang berbeda dari kebanyakan mahasiswi lainnya. Kalau mahasiswi lainnya biasanya kan suka main, jalan-jalan, pacaran di mall, selfie lalu pajang foto-foto di sosmed, tapi Zhang Caijie ini cewek yang jelas berbeda. Beda banget malah. Kesehariannya adalah bantuin orang tuanya jadi tukang daging dan jualan daging di Pasar Dongmen, Taipei.

Kamu kalau ketemu cewek kayak gini pasti deh bakalan beli daging tiap hari ke pasar itu, dengan modus pengen ngapelin zhang Caijie ini kan? dan emang bener aja, gara-gara mukanya yang super duper cantik mempesona, dia gak kalah dari artis dan seleb-seleb, walaupun tukang daging tapi dia punya fans juga lho, fansnya itu sering banget beli daging, tapi yang namanya lelaki kebanyakan modus sih, selain beli daging ya sekalian minta no. hape, akun twitter dan facebook, serta instagram. ahahha

Dilansir dari People's Daily, katanya sih pernah ada cowok yang tanya ke Zhang Caijie,

"Seberapa banyak daging yang harus saya beli sebelum kamu memberi nomor teleponmu?"

Tapi gak hanya cowok aja yang dateng lho, ibu-ibu bahkan nenek-nenek pun ngedatengin dia di tempat jualannya itu. Jangan mikir ngeres dulu sob, walaupun ibu-ibu dan nenek-nenek bukan berarti mereka pengen pacaran ama Zhang Caijie, sungguh terlalu kalau sampai itu terjadi. hahaha

Tapi niat mereka ngedatengin Zhang Caijie adalah buat buat ngenalin dan ngejodohin anak-cucu laki-laki mereka ke Zhang Caijie Putri Sang Tukang Daging.

"Mereka selalu bertanya apakah saya sudah memiliki kekasih, di mana saya bersekolah, dan hal-hal semacam itu," kata Zhang.

"Sebenarnya, saya agak malu menghadapi ini semua. Mereka mengatakan, anak gadis yang mau bekerja membantu keluarga adalah anak baik dan mereka suka dengan gadis semacam itu."


Pasar yang jualannya cantik, muda, cerdas, baik pula, jelas aja tempat itu makin rame didatengin pengunjung, entah itu beli daging beneran atau sekedar minta kenalan ama Zhang Caijie. ahhaha tapi ada juga yang niatnya nawarin kerjaan buat Zhang Caijie, tapi tetep aja cewek ini mah istiqomah dan teguh hati kepengen bantuin orang tuanya. Subhanallohh..

Cantik, cerdas, muda, baik, berbakti, perfecto !!!


Pantes banyak yang naksir. Kamu naksir juga gak?

Sinopsis dan Review Film “Beautiful Mind” John Nash


Film ini diangkat dari sebuah novel karya Sylvia Nassar dengan judul yang sama "Beautiful Mind". Sama-sama nyeritain seorang anak manusia yang dikasih karunia kelebihan oleh tuhan. Anak manusia itu sangat tampan, perawakan gagah, tegap, sangat jenius luar biasa, dan dikasih istri cantik, seksi dan cerdas keturunan ningrat pula. Percecto!

Tentu antara tulisan di novel dan di film terjadi perbedaan sedikit-sedikit, dan disini mazuqon.com akan coba kasih komentar perbedaan novrl dan filmnya "Beatufil Mind".

Dan sepertinya emang udah hukum alam kalau yang namanya novel itu susah dituangkan dalam bentuk film secara utuh dan komplit. Soalnya masih banyak juga beberapa adegan yang susah untuk difilmkan dan divisualisasikan. Pun demikian dengan film ini. film ini tidak menceritakan masa kecil John Nash, gimana nakanlnya dia, hubungan antara dia dan keluarganya pun gak diceritain.
Tapi secara umum film ini memang sangat menarik untuk ditonton, sebab banyak sekali inspirasi yang bisa kita pelajari dari orang yang memang telah berjasa dalam kehidupan kita secara gak langsung.

Jadi walaupun certa di filmnya tidak selengkap dengan cerita di novelnya, maka kalau kamu masih penasaran dengan kisah hidup John Nash, mending beli aja novelnya deh.
Dari film ini saya bisa menangkap dua karakter penting. Yaitu karakter John Nash dan istrinya, Alicia.

John Forbes Nash Jr. seorang jenius yang menghasilkan banyak sekali karya, diantaranya : penemu Teori Permainan (Game Theory), penemu perilaku rasional, matematikawan yang menjabarkan ekuilibrium atau kesetimbangan Nash yang merupakan solusi ekonomi yang lebih canggih daripada metafora Invisible Hand oleh ekonom terkemuka Adam Smith, Nash pula pernah mengembangkan metode-metode penyelesaian diferensial parsial yang lebih sempurna.

Pria tampan nan gagah ini merupakan salah satu mahasiswa Princeton University yang memulai kuliahnya pada September 1947. Di sekolah para jenius itu, Nash sekamar dengan Charles, teman terbaik yang banyak mendukung studinya. John Forbes Nash Jr. yang memiliki nama kesayangan Jonny ini memiliki obsesi untuk menemukan sebuah teorema hasil pemikirannya sendiri (original thinking) tanpa terpengaruh dan bergantung pada teorema yang telah ada. Dia lebih suka belajar dan bereksprimen sendiri ketimbang hadir di kelas yang menurutnya memuakkan.

Bertahun-tahun sudah Nash di Princeton, tapi obsesinya belum juga terealisasikan. Nash mulai kalut, teman-teman dan profesor pembimbingnya merasa bahwa itu adalah suatu hal yang menyusahkan diri, kenapa tidak mencari yang mudah saja, toh gelar doktornya masih dapat diraih? Untunglah Nash yang hampir putus asa itu memiliki teman sekamar yang selalu membesarkan hatinya. Charles sering mengajak Nash ke bar. Namun siapa sangka di bar tersebut justru Nash berhasil menemukan solusi untuk teorema yang selama ini dia cari-cari. Sebuah teorema tentang kesetimbangan yang teruji lebih baik dari teoremanya ekonom terkemuka Adam Smith. Saya masih teringat bagaimana ekspresi Nash ketika itu, saya seolah-olah merasakan perasaan Nash saat itu, mungkin persis ketika saya berhasil menemukan sebuah solusi untuk problem solving algorithm, atau bahkan Nash jauh lebih bahagia lagi.

Akhirnya Nash lulus dan mendapatkan gelar doktornya dengan sempurna. Bagi orang sejenius Nash, pastilah banyak institusi yang mencarinya. Namun dia lebih memilih tawaran menjadi staf pengajar di universitas cukup terkenal, MIT. Ups lupa, menceritakan satu hal. Tidak ada gading yang tak retak. Begitu pula Nash, dia tidak suka bersosialisasi, sedikit sombong sehingga menganggap rendah orang lain. Hal inilah yang membuatnya kurang disukai oleh teman apalagi mahasiswa-mahasiswanya. Sikapnya sering acuh tak acuh.

Cerita klimaksnya terjadi ketika dimasa gemilangnya, Nash mendapat ujian hidup dimana ia terserang sebuah penyakit Skizofrenia. Penyakit yang menguasai benaknya. Nash sering mengalami halusinasi yang membuatnya dianggap gila oleh orang lain. Dia ditugasi menjadi agen pemecah kode rahasia yang dikirimkan Rusia pada majalah dan surat kabar untuk mencegah terjadinya perang nuklir. Atas tugasnya itulah Nash sering diincar oleh pasukan musuh. Namun sekali lagi, itu hanya ada dalam benak John Nash. Bagi Nash hal itu adalah nyata.

Penyakitnya kian lama kian parah, walaupun Nash sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit jiwa dan menjalani terapi kejut, Nash belum juga sembuh. Titik baliknya terjadi pada sebuah kejadian dimana Nash mendorong istri dan anaknya dengan bermaksud menyelamatkan mereka dari tembakan, Nash akhirnya sadar bahwa ada yang salah dalam pikirannya (mind). Namun Nash tidak mampu berbuat apa-apa, hidupnya tetap dihantui oleh otoritas benaknya. Kariernya ambruk, ia hampir dilupakan, bahkan mahasiswanya seringkali mengolok-olok tingkah lakunya.

Nash pun dengan keras hati, mencoba melawan halusinasinya. Kadang ia harus bertindak tidak sesuai dengan hati nuraninya, dan itu dilakukannya semata keinginannya yang kuat untuk sembuh. Mencoba membedakan kenyataan dan dunia halusinasinya. Setelah perjalanan yang amat panjang, di sisa-sisa umurnya, akhirnya Nash mendapatkan berbagai keajaiban. Selain sembuh dari penyakit yang membuatnya tak berdaya itu, Nash juga pada Desember 1994 dianugerahi hadiah Nobel atas karyanya yang terdahulu.


Karakter kedua : Alicia Bukan Alyssa yach! (Kalau ini mah, entah anak kesayangannya siapa yach? ^_^). Alicia Larde adalah gadis tercantik di MIT saat itu. Tidak hanya cantik parasnya, dia pun paling pandai diantara mahasiswi yang lain. Gadis serba mapan ini, tersihir oleh pesona Nash. Wajar kali yach! Siapa lagi yang tidak mau sama pria super komplit seperti Nash?

Suatu saat Nash datang ke kelasnya (seperti biasa) dengan membawa buku sangat tebal. Nash segera menutup jendela-jendela kelas untuk mengurangi suara bising dari luar, padahal saat itu cuaca sangat panas. Tentu saja hal ini membuat mahasiswanya kegerahan, sehingga tidak sedikit yang meminta agar jendela dibuka kembali. Namun Nash seolah tidak menghiraukannya.

Alicia dengan pembawaan karakter tenang, kemudian berdiri. Dengan sepatu hak hitamnya yang khas dan menambah feminim parasnya, berani membuka jendela satu persatu. Nash awalnya merasa kesal, namun Alicia menunjukkan kepandaiannya dalam berbicara sehingga Nash terdiam lalu segera melanjutkan kuliahnya, namun sang mahasiswi tak sedikit pun melepaskan pandangannya hingga duduk memandangi sang dosen pujaannya.

Suatu ketika Alicia masuk ke ruangan Nash, sambil menyerahkan tugas, Alicia mengajak sang dosen untuk makan malam. Begitu kaget plus senangnya Nash mendengar hal tersebut. Nash tidak mengira sama sekali ada mahasiswi yang tertarik kepadanya. Yang lucunya, Nash malah belum tahu nama Alicia saat diajak makan malam tersebut. Singkat cerita, Nash akhirnya menikahi Alicia sekitar tahun 1953. Satu pasangan yang serasi. Yang satu professor yang tampan dan satu lagi fisikawan muda yang cantik.

Apa sih yang diinginkan seorang istri setelah memiliki suami yang diidam-idamkannya? Tentunya sebuah keluarga yang bahagia, suami yang terus menyayangi dan melindunginya. Namun semua itu hanya dirasakan sekejap saja oleh Alicia, semua yang diimpikannya terenggut oleh penyakit yang menyiksa sang suami, yang menjatuhkan nama baik Nash, dan menelangsakan hidup mereka. Beruntunglah Nash, sebab selain didampingi oleh wanita tercantik parasnya, cantik kepandaiannya, juga cantik cinta kasih dan kesabarannya.

Disaat istri-istri yang lain mungkin sudah meninggalkan suaminya yang ‘gila’, Alicia justru sebaliknya berusaha menyembuhkan dan memberi semangat kepada sang suami. Alicia harus mengorbankan segalanya, mulai dari jabatan pekerjaannya yang terhormat, hartanya yang melimpah, dan menyerahkan sebagian besar waktunya untuk merawat Nash, dan tentunya (maaf) kebutuhan seksualnya yang terabaikan. Semua itu ia korbankan demi kesembuhan Nash, demi karier sang genius.

Siapapun yang jeli melihat karakter Alicia ini pasti akan terenyuh hatinya. Dan itupun diungkapkan oleh Nash disaat acara ceremonial penerimaan hadiah Nobel. Dengan nada bangga dan menahan tangis haru, Nash yang berdiri di depan podium mengatakan kepada ribuan ilmuwan-ilmuwan dan para hadirin bahwa dia dapat sembuh dan tetap hidup, tidak lain adalah karena perjuangan seorang wanita yang begitu tegar yang sangat berarti baginya, yaitu Alicia. Spontan Alicia tak dapat menahan linangan air matanya. Akhirnya karier yang ia korbankan, masa muda yang ia habiskan, tergantikan oleh kesembuhan sang suami tercinta. Sungguh wanita yang luar biasa.

Walaupun tidak ada efek-efek animasi, efek kamera, apalagi action-action (bagi yang senang film animasi dan action), tapi ada beberapa hal yang patut dipuji untuk film produksi Universal Pictures dan Dream Works ini, diantaranya :

John Forbes Nash Jr. diperankan dengan sangat baik oleh aktor Australia Russel Crowe. Selain wajah dan perawakan yang cukup menyerupai John Nash, Russel Crowe dapat memerankan semua adegan-adegan dengan sempurna, baik ketika dia muda, maupun ketika menjadi seorang yang sudah lanjut. Ekspresinya top degh! Begitupun peran Alicia Nash yang dibawakan oleh Jennifer Connelly

Sang sutradara, mampu menghadirkan latar yang pas, walaupun ada adegan dimana Nash pergi ke bar dan menemukan teori untuk gelar doktornya disana. Padahal dalam novelnya, tidak diceritakan bahwa di kampus Princeton ada sebuah bar untuk berkumpulnya mahasiswa-mahasiswa, yang ada adalah jamuan teh antar pecinta teori permainan, dan matematikawan lainnya. Btw untuk latar yang lainnya, sip!

Theme song dan backsound-nya enak juga, apalagi dapat membangkitkan perasaan haru ketika nada itu mengiringi pengucapan Nash saat menerima penerimaan hadiah Nobel. Hah, jadi membuat saya sedikit menangis haru juga.

Terakhir, salut pada team make-upnya yang mampu mengubah Russel Crowe yang ganteng dan berotot, juga Jennifer Connelly yang cantik dan kulit kencangnya menjadi bener-bener kelihatan tua dengan kulit yang tidak lagi elastis.

Walaupun beberapa cerita sedikit terdistorsi, tapi ini suatu tontonan yang cukup bermanfaat untuk disaksikan. Terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia psikologi, ekonomi, serta ilmu sains lainnya. Oh.. ya! Apalagi bagi kaum hawa, kapanlagi menyaksikan film tentang pria ganteng, gagah, jenius dan kaya serta semua itu benar-benar ada dan terjadi.

Monday, 11 May 2015

Free Download Ebook Managerial Accounting, 8th Edition Don R. Hansen, Maryanne M. Mowen pdf

Language: English
Page: 895
Format: pdf
ISBN: 0324376006, 9780324376005
Publisher: Cengage Learning

Prepare your students to perform at their best with the latest streamlined and reorganized edition of this innovative managerial accounting text.

Hansen/Mowen's MANAGERIAL ACCOUNTING, 8E reflects the latest developments in managerial accounting today with a strong decision-making approach that integrates unmatched coverage of contemporary topics, such as strategic cost analysis, ABC, and quality cost management, with traditional coverage of issues such as job order and process costing.

Unique, full chapters on environmental accounting and lean accounting further highlight cutting-edge concepts. A wealth of actual business examples throughout this edition include more service-oriented situations to mirror the shift toward the service industry in the economy today. A new emphasis on ethics prepares students for CPA and CMA exams.

You'll find more variety and stronger end-of-chapter problems and exercises that correspond directly to AACSB and CMA standards to ensure student understanding in these important areas.

A new, outcomes-driven CengageNOW online teaching and learning system saves you time and offers the ultimate flexibility in planning, managing, and grading your course with personalized learning paths to ensure stronger student performance and ongoing satisfaction with your managerial accounting course.

Dr. Don R. Hansen is Professor of Accounting at Oklahoma State University. He standard his PhD from the University of Arizona in 1977. He has an undergrad point in science from Brigham Young University. His investigation interests count activity-based cost accounting and mathematical mould.

He has published articles in account and engineering journals with THE ACCOUNTING REVIEW, JOURNAL OF MANAGEMENT RESEARCH, ACCOUNTING HORIZONS, and IIE TRANSACTIONS. He too served on the article plate of THE ACCOUNTING REVIEW.

His right interests take in taking factor in kinfolk and christian church activities, reading, look movies, looking sports, and perusal Spanish.Dr. Maryanne M. Mowen is Associate Professor of Accounting at Oklahoma State University.

She standard her PhD from Arizona State University. With degrees in political economy and history, Dr. Mowen brings a unmatched knowledge domain view to learning and letters in both disbursement accounting and supervision account.

Her research interests reckon administration accounting, behavioural mind theory, and Sarbanes-Oxley compliance, and she teaches an morality class about the impact of Sarbanes-Oxley on the account vocation. She has published articles in journals such as DECISION SCIENCE, JOURNAL OF ECONOMIC PSYCHOLOGY, and JOURNAL OF MANAGEMENT ACCOUNTING RESEARCH. Dr. Mowen has served as a expert to midsized and Fortune 100 companies and plant next to corporate controllers on direction account issues.

Outside the classroom, she enjoys hiking, traveling, linguistic process mysteries, and determination crossword puzzle puzzles.


Don’t miss to visit Free Download PowerPoint Slides of Cost Management: Accounting and Control, 4e by Don R. Hansen and Maryanne M. Mowen Prepared by C. Douglas Cloud, Pepperdine University

Friday, 9 January 2015

Efek positif dari Menangis

Asslamu alaikum kawan. Ternyata benar, segala sesuatu itu ada manfaat dan barokahnya. Termasuk yang namanya menangis. Sering saya memikirkan hal ini. Memikirkan sebenarnya kenapa manusia harus menangis? apakah emang ada manfaatnya menangis tuh? Semua misteri tentang menangis kahirnya bisa saya gali dari berbagai sumber terpercaya dan kini saya membagikannya bagi para pembaca.
mazuqon.com

Okeh kita luruskan dulu pemikirannya bahwa ketika manusia itu menangis, jangan beranggapan dia itu cengeng, itu pemikiran keliru, sebab yang namanya menagis itu anugerah tiada tara. Dan ternyata dibalik air mata yang yang bercucuran dari mata manusiamemiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan. Berikut rangkumannya:
1. Kalau anda ingin membunuh bakteri jahat, maka menangislah.
Sebenarnya tidak perlu obat tetea mata. Karena jika mata kita kena bakteri, sudah ada obat alaminya, yaitu air matanya. maka menangis lah, tanpa perlu obat tetes mata yang justru berbahan kimia. Sebab di dalam air mata terkandung cairan disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
2. Hidung bisa sehat karena menangis
Menangis pun memiliki manfaat bagi pernapasan. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan salah satunya adalah sinusitis, yaitu radang sinus. Peradangan pada sinus akan mengakibatkan proses pertukaran udara pada hidung terganggu karena proses pengaturan kelembaban hidung tidak berjalan normal.
Setiap tahun, penderita penyakit ini semakin meningkat. Penderitanya akan mengalami rasa sakit pada bagian kepala, perubahan warna lendir menjadi kuning kehijauan hingga mengakibatkan rasa nyeri di seluruh wajah yang tak jarang menimbulkan bengkak. Menangis dapat berguna sebagai cara alternatif untuk mengobati tekanan yang diakibatkan sinusitis.
3. Menangis bisa Bangkitkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi. Dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
4. Menangis bisa Mengurangi stres
Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.
5. Menangis bisa Keluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat air mata.
Nah itulah beberapa manfaat sehat yang bisa kita dapatkan ketika menangis.

Sunday, 7 September 2014

Inspirasi lagu Julia Peres "Aku Ra Popo" Ternyata dari seorang anak kecil.

Hai kawan, mazuqon nongol kembali, sudah beberapa dekade saya tidak menerbitkan artikel di blog ini, biasa yang sering terjadi pada diri blogger adalah kesibukan dunia nyata atau malas dalam membuat artikel, dan bau kali ini saya menerbitkan artikel terbaru saya.

Kawan, anda mungkin sudah tahu di berbagai acara televisi baik dunia maupun lokal, sering menayangkan acara pencarian bakat, baik itu bakat menyanyi atau pun bakat unik lainnya. Seperti Indonesia's Got Talent (sering disingkat IGT), atau ada juga Indonesia Mencari Bakat.

Dimana Indoensia's Got Talent adalah salahsatu acara pencarian bakat yang merupakan waralaba dari seri Got Talent yang dimiliki oleh Simon Cowell bersama perusahaan SYCO.
Begitu juga dengan Indonesia Mencari Bakat, yang juga merupakan salahsatu pencarian bakat yang ditayangkan Trans TV. Dimana pemirsa dilibatkan untuk menentukan bakat terbaik melalui jajak pendapat melalui SMS. Sponsor utama dalam acara ini ialah Supermi (musim 1-2) dan Zee (musim 3-4).

Tentu dari acara itu banyak yang menampilkan para peserta dengan beragam bakat dan keterampilan, baik itu menyanyi, silat, dance, bermain alat musik, apapun itu yang sekirnanya unik, bagus dan jarang dikuasai orang pada umumnya. Ternyata banyak sekali peserta dengan segudang bakat itu.


Seperti halnya seorang anak di Cina, yang mungkin ia mengikuti ajang pencarian bakat, terutama dalam menyanyi. Yang menjadi keunikan dia adalah menyanyikan sebuah lagu yang liriknya ada kata rapopo-rapopo, seperti yang dinyanyikan oleh Julia Peres. Anak itu menyanyikan lagu itu dengan lucu,imut dan sangat menggemaskan. Ada spekulasi dari saya, mungkin Julia Peres menyanyikan lagu "Aku Rak Popo" terinspirasi dari anak ini. Anda Penasaran, silahkan lihat videonya berikut ini:




Maaf, ini hanya hiburan saja, semoga menghibur yah, hehe

Saturday, 16 August 2014

Garut Bangkit Garut Berprestasi

Hai kawan, kali ini mazuqon akan mencoba berbagi tentang sebuah lagu. Lagu ini bukan sembarang lagu, lagu keramat yang bisa menyejukkan hati nurani serta akal pikiran. Enak untuk di dengar, damai untuk di nyanyikan.

Ya, inilah lagu tradisional dari Garut. Dengan judul Lagu "Garut Bangkit Garut Berprestasi".
Lagu ini merupakan lagu kebanggaan warga garut karena lagu ini sesuai dengan motto dan cita-cita kota Garut, Garut Bangkit Garut Berprestasi.

Ya memang, sesuai dengan mottonya Garut Bangkit Garut berprestasi, secara tiba-tiba Garut bisa Go Internatonal. Kenapa bisa begitu? rupanya itu terkenal karena  nikah singkat sang Mantan Bupati Garut, Aceng Fikri, dialah yang telah membuat Garut menjadi lebih maju, lebih terkenal dan lebih berprestasi. Tidak hanya menggegerkan Indonesia bahkan Koran luar negeri The Guardian pun ikut-ikutan geger.
Tapi rasanya saya tidak adil jika hanya mengaitkan Garut dengan kasus itu. Padahal Garut sudah terkenal dari dulu sejak jaman belanda, terkenal karena Garut memiliki banyak sekali keindahan alam yang sangat mempesona dan memanjakan mata. Siapapun orangnya, baik itu warga asing atau WNI yang berkunjung ke Garut, pasti akan terpana melihat keindahan dan keasrian alam di kota Garut. Maka wajar saja jika para meneer jaman belanda dahulu memberikan julukan kepada Garut sebagai sebagai SWISS VAN JAVA.

Kota Garut, yang letaknya dikelilingi berbagai macam gunung seperti papandayan, cikuray, guntur, dan talaga bodas, akan semakin menambah pesona alamnya dan juga memberikan kesuburan pada tanahnya.

Walaupun Garut ini ternodai akibat ulah para bupatinya yang melakukan tindak pidana korupsi, atau kasus nikah sirri. Tapi Kota Garut akan tetap berusaha menjunjung tinggi mottonya,  "Garut Bangkit Garut Berprestasi".

Lagu ini memang sengaja khusus di ciptakan dalam rangka menyemangati kota Garut yag waktu itu sedang berulang tahun.  Penciptanya adalah Asep Kosasih SA.
Berikut lirik lagu Garut Bangkit Garut Berprestasi:
http://www.mazuqon.com/2014/08/garut-bangkit-garut-berprestasi.html



sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com